WASPADA!!! Banjir Rob Masih Mengancam

Di landa ROB
DILANDA ROB: Petugas BPBD Kotawaringin Timur memeriksa kesehatan para nelayan di pesisir Pantai Ujung Pandaran, baru-baru ini.

SAMPIT – Bencana banjir rob atau banjir pasang surut air laut di sekitar pesisir masih mengancam. Warga pesisir pantai diminta waspada terhadap kondisi air pasang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

”Gelombang banjir rob di pesisir pantai masih kemungkinan terjadi. Saya sudah memberikan imbauan kepada warga yang ingin membangun pondok baru agar tidak membangun didekat bibir pantai,” ujar Aswinnur, Kepala Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Selasa (31/5).

Bacaan Lainnya

Banjir rob yang sebelumnya terjadi di Dusun Kalap Seban, Desa Ujung Pandaran, membuat sembilan rumah pondok berkontruksi kayu yang biasa digunakan nelayan untuk tempat beristirahat rubuh hingga porak poranda. Menyisakan puing-puing bangunan akibat dihantam gelombang banjir rob setinggi satu meter.

Lokasinya persis berada di dekat Sungai Kalap Cabang, antara perbatasan Kabupaten Kotim dan Seruyan itu terjadi Senin (23/5) lalu sekitar pukul 12.10 WIB. Selain itu, masih ada sekitar 40 KK yang membangun pondok berukuran sekitar 3 meter x 4 meter disekitar lokasi kejadian.

Baca Juga :  Diajak Jalan-Jalan, Oknum Satpam Setubuhi Pacarnya sampai Hamil, Begini Akhirnya

”Ada enam korban yang pondoknya rusak parah tinggal puing-puing kayu itu sudah diberikan bantuan oleh BPBD Kotim Minggu (29/5). Saat ini kondisi korban baik-baik saja dan sebagian sudah mulai membangun pondok baru secara swadaya,” katanya.

Pondok warga dibangun untuk tempat beristirahat para nelayan. Jaraknya sekitar lima meter dari bibir pantai. Pondok yang kebanyakan beratapkan pelepah daun dan sebagian ada yang menggunakan bahan material baja ringan.

”Sebagian sudah ada yang memilih pindah dan sebagian ada yang membangun pondok baru yang jaraknya sekitar 100 meter dari tepian pantai. Warga sangat memerlukan pondok itu, karena di situlah tempat mereka beristirahat sementara, memarkirkan kelotoknya. Setiap beberapa bulan sekali misalkan Agustus balik ke Desa Ujung Pandaran, sekitar September-Oktober balik ke pondok lagi untuk bekerja menangkap ikan,” katanya.

Aswinnur mengatakan, fenomena banjir rob di pesisir pantai daerah Kalap ini baru kali ini terjadi. “Kejadiannya berbarengan dengan yang terjadi di Semarang. Dulunya enggak pernah sampai menghancurkan pondok warga. Ketika air laut sedang pasang, air balik ke pantai dan lekas surutnya. Tahun ini kejadiannya cukup parah,” katanya.

Pos terkait