Waspada, Wilayah Kobar Darurat Banjir

banjir di Kelurahan Pangkut
Kondisi banjir di Kelurahan Pangkut setinggi lutut orang dewasa atau setara dengan 60 sentimeter, Sabtu (2/7). (istimewa)

Bahkan akses jalan poros Desa Rungun sudah putus dan warga saat ini beraktivitas sehari-hari menggunakan perahu.

Sementara itu bencana banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kotawaringin Barat membuat pemerintah daerah menetapkan status darurat bencana.

Bacaan Lainnya

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Martogi mengatakan,  pemerintah daerah telah melakukan rapat koordinasi dalam rangka percepatan penanganan banjir di sejumlah wilayah.

“Maka ditetapkan status darurat bencana banjir selama 14 hari sejak tanggal 1 hingga 14 Juli,” ujarnya.

Dengan status tersebut, maka BPBD akan memonitor wilayah terdampak banjir. Mengingat masih ada tiga kecamatan yakni Kotawaringin Lama, Pangkalan Banteng, dan Arut Utara yang terdampak banjir.

“Sampai sejauh ini, selain melakukan monitoring kami juga menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Hal ini sesuai petujuk pimpinan daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepungan Banjir di Kobar Makin Parah

Dalam penyaluran bantuan tidak bisa sekaligus, mengingat banyak lokasi yang terdampak banjir. Sehingga penyaluran bantuan ini diberikan kepada yang terdampak saja.

“Kita bantu berupa sembako, hal ini memang yang dibutuhlan oleh masyarakat. Sekaligus ini bentuk perhatian kami,” beber Martogi.

Sedangkan selama penetapan status tersebut, nantinya bakal dievaluasi. Jika sampai waktunya nanti masih banjir maka bakal dilakukan rapat untuk perpanjangam status maupun hal lainnya.

Untuk koordinasi, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan perusahaan untuk perbaikan jalan yang rusak.

“Selain soal penanganan, perusahaan juga kami minta bantuan agar menyalurkan bantuan untuk para korban banjir. Minimal bantuan tersebut bentuk perhatian perusahaan untuk masyarakat sekitar perusahaan,” pungkas Martogi Sialagan. (tyo/rin/sla)

Pos terkait