Kekuatan Magnet dan Trigger Pilot Project Budidaya Udang Vaname KKP RI di Sukamara

Tumbuhkan Klaster Baru, Produksi Meledak dari 13,6 Ton Menjadi 319 Ton Lebih

budidaya udang vaname
PANEN: Proses panen total perdana tambak udang Pokdakan Mina Barokah Desa Sungai Pasir yang menjadi pilot project KKP RI. (IST/RADAR SAMPIT)

Panen total perdana pilot project klaster tambak udang vaname (Litopenaeus Vannamei) dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPB-KKP) RI di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah sukses. Hasil panen melebihi target.

FAUZIANNUR-radarsampit.com, Sukamara    

Bacaan Lainnya

Tahun 2020, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah (Kalteng), laksana mendapat durian runtuh. Kabupaten di ujung barat Kalimantan Tengah ini menjadi salah satu lokasi yang didapuk KKP RI sebagai lokasi pilot project budidaya udang vaname. Program itu disambut gembira Pemerintah Kabupaten Sukamara dengan menyediakan lahan masyarakat di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci.

Klaster tambak dibangun di lahan seluas lima hektare. Terdapat 21 kolam, terdiri dari 18 kolam produksi, dua kolam tandon air, dan satu kolam instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pengelolaan tambak dipercayakan kepada Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Barokah Desa Sungai Pasir. Dalam proses budidaya, mereka diawasi dan dibimbing para teknisi dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Akhir Desember 2020 dan awal Januari 2021 benur udang ditebar. Beberapa bulan setelahnya, dilakukan dua kali panen parsial (sebagian) untuk mengurangi kepadatan populasi udang di dalam kolam.

Baca Juga :  Begini Cara Pemkab Lamandau Siasati Biaya untuk Nyalakan PJU

Puncaknya, pada 24 Mei 2021, sebanyak 18 kolam produksi dipanen total. Pertumbuhan udang bagus. Ukuran udang rata-rata 52-53. Hasil panen diperoleh 30,5 ton. Jumlah itu melebihi ekspektasi dari target 30 ton.

Suksesnya budidaya udang vaname itu mulai dirasakan Pemerintahan Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci. Berkaca dari keberhasilan pilot project KKP RI tersebut, mulai tahun 2021, pihak desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Damai Jaya turut membangun klaster tambak udang dari perairan Pasific ini.

Modal awal pembangunan menggunakan Dana Desa (DD) dengan anggaran Rp 981 juta. Terbangun empat buah kolam di lahan seluas seluas satu hektare.

”Kami melihat pilot project dari KKP RI sukses, sehingga kami juga berkeinginan membuka budidaya tambak udang vaname sebagai upaya menambah pendapatan asli desa. Tahap awal dibuka lahan seluas satu hektare di tanah milik desa,” kata Kepala Desa Sungai Damar Abdul Sanapsud.

Pos terkait