Pentingnya Literasi Digital Bagi Guru

Pentingnya Literasi Digital Bagi Guru
BELAJAR MENGAJAR: Proses belajar mengajar di SDN 1 Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng. Seiring kemajuan zaman, guru kini dituntut memiliki kemampuan literasi digital yang mumpuni untuk ikut serta melawan hoaks yang berkembang di masyarakat. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

Seperti yang diutarakan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Muhammad Ali Ramdhani saat talkshow acara iBreak di iNews TV, Jumat (19/11/2021) lalu.

Menurutnya saat ini kita sedang memasuki era revolusi industri 4.0, era disrupsi. Era keberlimpahan informasi. Guru wajib meningkatkan kesadaran literasi.  Literasi dalam artian membaca, literasi numerasi, literasi sains, literasi sosial-budaya, literasi digital, dan tentua saja literasi agama.

Ia juga menyebut bahwa tantangan kita semakin kompleks dan rumit. Kita harus bekerja extra ordinary (luar biasa). Guru dan tenaga kependidikan, Kepala Sekolah, Kepala Madrasah, pengawas, praktisi pendidikan harus lebih gigih untuk menyapa dan melayani peserta didik

Oleh karena itu guru dan kita semua harus meningkatkan kapasitas diri masing-masing. Saat ini siswa membutuhkan guru kreatif yang thinking out of the box. Guru hebat yang memiliki passion dan empathy. Guru inspiratif yang mengajar dengan cinta.

Ramdhani juga menegaskan bahwa saat ini yang harus segera dikuasai oleh guru adalah Literasi Digital. Literasi digital sebagai kemampuan individu untuk mengakses, memahami, membuat, mengomunikasikan, dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital. Karena derasnya alur informasi digital menjadi tantangan terbesar dalam peningkatan kompetensi  tenaga pengajar.

Baca Juga :  Pendayagunaan Amdal Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup Menurut UU Ciptakerja (9)

Sedangkan di sisi lain guru terutama guru Pendidikan Agama Islam (PAI) juga berkewajiban untuk menyebarkan muatan Islam Rahmatan Lil Alamin bisa hidup tidak hanya di satu tempat tapi bisa diimplementasikan di tempat-tempat lain

Direktur PAI Ditjen Pendidikan Islam, Amrullah menegaskan bahwa jika Islam Rahmatan Lil Alamin ini bisa hidup maka akan tercipta  damai, nyaman, aman di seantero Nusantara. Indonesia bisa menjadi lokus Islam Rahmatan Lil Alamin di dunia, meski di sini hidup bebagai latar belakang agama, ras, suku, aliran.

Pos terkait