Ternyata Ini Pemicu Duel Pelajar Satu Lawan Satu di Pangkalan Bun

perkelahian pelajar
Duel dua siswa dari sekolah yang berbeda terjadi di Kota Pangkalan Bun, belum lama ini. (Istimewa)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Perkelahian dua remaja bertajuk MTSN Combat di Lapangan Korindo menjadi perhatian kepolisian.

Polres Kotawaringin Barat melalui unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA)  memanggil para pelaku perkelahian dan pihak yang terlibat untuk dilakukan proses mediasi dan klarifikasi.

Bacaan Lainnya

Kapolres Kobar Yusfandi Usman mengatakan, perkelahian tersebut terjadi pada 3 Juni 2024 di lapangan pesawat Karang Anyar, Kelurahan Mendawai.

“Kejadian berawal, pada Sabtu 1 Juni 2024, GR bermain futsal dengan temannya yang berinisial AS,” jelas Yusfandi, Rabu (5/6/2024)

Ketika pertandingan, tim GR bertanding futsal dengan tim AS. Saat itu tim GR tertinggal poin atas tim AS dan tim GR bermain kasar. Pertandingan dimenangkan oleh tim AS dan ternyata keesokan harinya persoalan tersebut berlanjut.

Bahkan di status WhatsApp teman-temannya terpampang poster keduanya yang akan berkelahi. GR maupun AS meminta agar menghapus postingan status agar tidak tersebar luas.

Baca Juga :  Ngetes Motor di Jalan Raya, Montir Tewas Kecelakaan 

Keesokan harinya, AS dan GR bertemu di sekolah dan masing-masing sudah emosi. Mereka  melakukan perkelahian satu lawan satu.

Bahkan ketika akan pulang sekolah, GR melihat teman-temannya berkumpul di depan gerbang sekolah menanyakan perihal rencana perkelahian.

“Tidak mau dipandang sebelah mata, dia dan teman temannya langsung berangkat menuju lapangan Korindo disusul GR beserta teman temannya. Namun ada seorang temannya yang mengatakan lapangan pesawat Karang Anyar dan mereka berangkat ke lokasi perkelahian,” ungkapnya.

Para saksi mengatakan bahwa sesampainya di sana seseorang yang berinisial RS menyuruh GR dan AS untuk melepas seragam.

Setelah melepaskan seragam, keduanya menuju ke tengah lapangan dan RS yang berperan sebagai wasit, mulai mempersilahkan mereka untuk berkelahi.

“Perkelahian pun dimulai. Saat GR dan AS sama sama saling tinju dan saling tendang satu sama lain, salah satu temannya yang berinisial RD merekam peristiwa perkelahian tersebut. Akhirnya keduanya sama-sama terjatuh dan akhirnya menyerah,” bebernya



Pos terkait