Jangan Sampai Generasi Sampit Berpikiran Sempit

Kunjungan Rocky Gerung dan Dikki Akhmar ke Radar Sampit (1)

rocky gerung
Kunjungan Rocky Gerung bersama Dikki Akhmar ke sejumlah daerah di Kalimantan Tengah membuat publik bertanya-tanya. Semua ia jawab tuntas saat mampir ke kantor redaksi Radar Sampit, Jumat pagi lalu

Rocky menjelaskan kedatangannya ke Kalteng bukan untuk memotret, melainkan mengetahui ‘anatomi’ Kalteng.

“Saya tidak memotret Kalteng, tetapi saya ingin mengetahui anatomi Kalteng. Untuk mengenali sesuatu itu harus menggunakan teknik mayotike, artinya mengurai. Dan, itu hanya bisa saya didapatkan melalui pertemuan langsung dengan tokoh masyarakat Kalteng dari kalangan mahasiswa,” ucap Rocky Gerung.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain Rocky tak hanya ingin mengetahui anatomi Kalteng, tetapi juga ingin memperlihatkan kemungkinan adanya suatu perubahan di Kalteng.

“Bukan hanya mengetahui anatomi tapi juga memperlihatkan kemungkinan perubahan dari Jakarta itu harus tiba di Kalteng. Karena, enggak mungkin Kalteng berubah, lalu Jakarta berubah. Kalteng berubah tergantung dari perubahan politik pusat. Itu dasarnya,” ucap pria kelahiran Manado, 20 Januari 1959 ini.

Rocky mengatakan ada semacam keinginan menghubungkan potensi Jakarta dengan kondisi yang ada di Kalteng, karena itu ia diajak Dikki menginjakkan kaki ke Kalteng.

“Kalau orang-orang bertanya, Rocky Gerung kok ikut-ikut semacam menjadi promotor tim sukses Dikki, itu kan pertanyaan yang Anda simpan sebenarnya? Saya menemani Dikki karena saya kenal dan memang memungkinkan untuk dia jadi wakil rakyat Kalteng, ‘membedah’ Kalteng supaya hasilnya itu bisa tiba di Jakarta melalui parlemen,” ucap pria berumur 65 tahun ini.

Baca Juga :  Kotawaringin Barat Menanti Terbitnya SK TORA

Menurutnya, semua program politik harus diselesaikan dalam ‘pertengkaran’ politik di Senayan. “Nah, Pak Dikki Akhmar ini Caleg DPR RI Nomor 1 dari PKS yang saya tahu cara berpikirnya. Kalau yang lain, saya enggak tahu, ngapain saya temani?,” ujarnya.

“Ini supaya bisa menjawab pertanyaan orang, tujuan Rocky Gerung ngapain. Jelas itu. Tetapi saya mengasuh dari misi Pak Dikki dari kalangan mahasiswa. Jadi, saya mondar mandir di kampus,” tambahnya.

Pertanyaan ini menuai respons dari Agus, “Ini bukan berarti Rocky Gerung menentukan sikap bergabung di satu barisan?” tanyanya.

“Barisan apa? Saya tidak pernah berdiri, saya berlari. Iya saya tahu Dikki dari PKS, tapi saya tidak peduli (partainya). Saya peduli integritas manusianya, politik itu pengenalan watak manusia. Dikki yang saya kenal memiliki watak sebagai manusia yang mempunyai kejujuran, kemampuan berpikir cepat, kecepatan mengevaluasi keadaan, karena gue kenal lo, aku bantuin, itu dasarnya,” jawab Rocky.



Pos terkait